Candi Kalasan, Kuil Buddha Tertua di Jawa

Besar, menakjubkan, holistik, dan berseni adalah kata-kata untuk menggambarkan Candi Kalasan. Dibangun megah di Sleman, Yogyakarta, merupakan salah satu daya tarik di daerah tersebut. Candi tersebut merupakan salah satu candi Buddha tua di Pulau Jawa. Candi ini merupakan salah satu alternatif wisata candi lainnya, seperti Candi PrambananCandi BorobudurCandi Dieng, dan masih banyak lagi.

Candi tersebut terletak di sisi selatan jalan raya Yogyakarta-Solo. Strukturnya berbentuk bujur sangkar dengan 52 stupa dan memiliki lapisan penutup yang unik. Struktur lapisannya dibuat dengan campuran putih telur, getah tumbuhan, dan kapur halus.

Sejarah Candi Kalasan

Berbeda dengan candi Prambanan, tempat suci untuk memuja 3 Tuhan, Kalasan secara khusus didedikasikan untuk hanya 1 Dewi Buddha, yaitu Tara. Dilihat dari sejarahnya, Candi Kalasan peninggalan Kerajaan Mataram.

Candi Kalasan

Selama dinasti Mataram, kuil Hindu dan Buddha dibangun. Tetapi, candi yang paling populer yaitu Candi Prambanan. 

Candi Kalasan dibangun oleh Raja Rakai Panangkaran yang merupakan seorang Hindu sejati dan setia. Tapi, dia adalah raja yang bijaksana bagi rakyatnya apapun agamanya. 

Kapan Candi Kalasan Dibangun

Sebagai candi peninggalan Buddhis kuno, candi tersebut berdiri sejak abad ke-8. Candi Kalasan bercorak Buddha dengan adanya stupa di puncak candi sehingga akan mengingatkan pengunjung dengan Borobudur. 

Meskipun Kalasan memiliki ukuran jauh lebih kecil dari Borobudur. Kalasan juga mempunyai patung perunggu setinggi 6 meter di bagian atas yang menggambarkan era keagungan dan kekayaan kerajaan di masa itu.

Alamat & Lokasi

Secara administratif letak Candi Kalasan berada di kawasan Kali Bening, Desa Tirtomantani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena itu, Candi Kalasan sering juga disebut sebagai Candi Kalibening karena lokasinya berada di Kali Bening.

Google Maps: https://goo.gl/maps/KG97UF6oyE1aTmjA7

Jam Buka

Candi Kalibening buka mulai pukul 08.00 hingga 17.00. Untuk menghindari panas yang ekstrim kunjungi saat pagi hari atau sore hari.

Tiket Masuk 

Untuk tiket masuk hanya dipatok harga Rp 10.000 saja bagi anak-anak maupun dewasa. Harga tersebut sudah termasuk area parkir yang telah disediakan tempat tersebut.

Baca Juga  Terbius Keelokan Puncak Becici yang Mempesona

Fasilitas di Candi Kalibening

Kalasan memiliki fasilitas yang memadai untuk para pengunjungnya. Terdapat toilet umum yang ditempatkan di sudut area dan area parkir luas di depan candi. Jangan khawatir, pengunjung tidak dikenakan biaya parkir. 

Terdapat seorang pemandu siap menyambut dan menemani para pengunjung dari pintu masuk sehingga memudahkan pengunjung untuk melihat-lihat tempat wisata.

Rute ke Candi Kalasan

Kalasan berjarak 13 kilometer dari kompleks Candi Prambanan. Untuk mencapai candi, pengunjung dapat langsung mengikuti jalan utama Solo-Yogyakarta. Candi ini berada tepat di sisi selatan jalan utama. Kuil ini dapat diakses dengan transportasi umum.

Pengunjung bisa langsung menuju candi menggunakan jalur 1A Trans Jogja. Rute yang sama yang menuju ke Prambanan. Harga tiketnya Rp3.500. Dari pusat kota berhenti di halte bus Kalasan. Dari halte bus, dibutuhkan hanya 7 menit berjalan kaki untuk sampai ke kuil.

Struktur Candi Kalasan

Terdapat struktur candi yang menjadi keistimewaan Candi Kalasan dibandingkan dengan candi lainnya, berikut ini ulasannya.

  1. Dua Relief Bodhisattva

Meski struktur candi ini sudah tidak kokoh lagi, candi tersebut belum kehilangan keindahannya. Di bagian selatan candi, dua relief Candi Kalasan yaitu Bodhisattva yang sangat dominan. 

Relief tersebut mewakili gambar seorang calon Buddhis. Kalasan memiliki karakter yang sama dengan candi Buddha manapun, termasuk Borobudur.

  1. Patung Banaspati

Bersama dengan dua relief Bodhisattva, sebuah Banaspati besar berdiri tegak di selatan. Patung itu cukup tinggi dan besar. Dalam agama Buddha, Banaspati adalah iblis gelap yang terlihat seperti api – dan iblis dengan api sebagai kekuatan utamanya.

Berbeda dengan arca Banaspati pada umumnya, di sini, Banaspati memiliki perpaduan karakter Buddha-Jawa, termasuk sulurnya. 

  1. Patung Gana

Di bagian atas candi, patung Buddha Gana menghiasi ruang tersebut. Nama Gana mungkin terdengar asing bagi orang non-Buddha. Namun akan familiar sekali melihat patung pria buncit yang membawa banyak barang.

  1. Ukiran Buddha

Ukiran Budhha terlihat dari adanya patung Gana yang merupakan sosok pelayan. Namanya diambil dari bahasa Sansekerta yang sebagian berarti pasukan. Sebuah patung dewa memegang bunga teratai terletak di sudut luar candi.

Baca Juga  Tertinggi Nomor Tiga di Dunia, Ini Pesona Garuda Wisnu Kencana!

Dalam kepercayaan Buddhis, lotus mewakili sebab dan akibat dari prinsip-prinsip kehidupan. Ini adalah peringatan langsung bagi orang-orang untuk memikirkan tindakan mereka.

Teruslah melakukan hal-hal baik sehingga mereka memiliki keberuntungan yang lebih baik di kehidupan masa depan.

Selain itu, terdapat ambar Kumuda menghiasi dinding bawah. Gambar daun kalpataru yang keluar dari toples. Dalam agama Buddha, Kumuda berarti pohon harapan dan pohon kehidupan. Ini melambangkan konsep tiga tahap dunia yang akan dialami seseorang.

  1. Ukiran Hindu

Ukiran hindu terlihat dari adanya patung Kalamakara duduk sebagai pintu di satu sisi. Seperti patung-patung lainnya, Kalamakara menyimpan filosofi yang dalam dalam agama Hindu.

Patung itu diukir dan membentuk wajah mengerikan dengan tubuh seperti ular. Ini berbicara untuk pemurnian seseorang kepada Tuhan. Tepat di bawah patung, hiasan perempuan bersila menambah makna yang kuat.

  1. Interior

Patung-patung yang menghiasi candi bukan satu-satunya hal yang indah. Di dalam kuil, para pengunjung akan melihat struktur yang kuat.

Sekelompok tumpukan batu ditempatkan dan diatur sedemikian rupa dan diikat satu sama lain. Sungguh luar biasa bagaimana konstruksi kuno berhasil menciptakan struktur yang kokoh selama berabad-abad.

Atap segi delapan yang terbuka memberikan pandangan ke langit. Cahaya yang masuk melalui atap memberi sedikit kilau ke kamar-kamarnya. Sinar matahari terkadang menyentuh patung Dhyani Buddha atau Lima Tathagata. 

Sebuah patung Buddhis yang berbicara untuk lima kualitas Buddha Primordial, tingkat tertinggi dari semuanya.

  1. Filosif Buddhis yang Kuat

Di ruang utama yang lebih besar terdapat alas teratai dan singgasana yang diukir dengan figur makara, singa, dan gajah, mirip dengan singgasana Buddha Vairocana yang terdapat di candi Mendut. 

Menurut prasasti Kalasan, candi ini pernah menampung patung Bodhisattva Dewi Tara yang berukuran besar (mungkin mencapai 4 meter). Dari desain singgasana, kemungkinan besar patung dewi dalam posisi duduk dan terbuat dari perunggu.

  1. Relung Tempat Arca
Baca Juga  Mengenal Candi Muaro Jambi yang Luasnya 8 Kali Lipat Borobudur

Relung tempat arca akan ditempatkan di dalam dan di luar candi. Relung yang menghiasi dinding luar diukir dengan rumit dengan sosok Kala dan dewa dalam pemandangan svargaloka, istana surga tempat para dewa, bidadari, dan gandharva.

Keistimewaan Candi Kalibening

Salah satu fitur penting dari candi adalah atapnya yang berbentuk segi delapan. Atap tersebut menampilkan gambar pahatan Tathagata/Buddha yang menghadap ke empat mata angin, masing-masingnya diapit oleh sepasang bodhisattva di relief. 

Telah dikemukakan bahwa para bodhisattva di bagian atas candi Kalibening mewakili Delapan Bodhisattva Agung yang terkenal dari Buddhisme Mahayana.

Aspek struktur segi delapan telah menimbulkan spekulasi elemen non-Buddha di candi, mirip dengan beberapa interpretasi dalam struktur Borobudur awal.

Candi tersebut menghadap ke arah timur, dengan ruang timur memiliki fungsi sebagai akses ke ruang tengah utama.Jadi, Candi Kalasan merupakan candi yang didesain dengan arsitektur identik akan nuansa Buddha dan Hindu. Hal tersebut menjadi salah satu keistimewaan yang dimiliki oleh candi tersebut. Dengan keistimewaan serta keunikan itulah, candi tersebut menjadi salah satu favorit wisatawan.

5 / 5. 1

(Visited 3 times, 1 visits today)
Artikel Terkait
Melihat Keindahan Air Terjun Sri Gethuk dari Dekat
air terjun sri gethuk

Objek wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta memang tidak ada habisnya. Berbagai macam tempat wisata alam, kuliner, hingga sejarah, hadir di Read more

5 Hal Yang Perlu Anda Tahu Sebelum Berkunjung ke Kebun Binatang Gembira Loka
Taman Margasatwa Gembira Loka

Kebun Binatang Gembira Loka merupakan salah satu destinasi wisata yang bisa Anda kunjungi ketika berada di Yogyakarta. Lokasi Kebun Binatang Read more

Mitos, Daya Tarik, dan Keunikan Candi Prambanan
Candi Prambanan

UNESCO menetapkan Candi Prambanan sebagai salah satu warisan dunia sejak tahun 1991 silam. Fungsi Candi Prambanan ini sendiri ditujukan sebagai Read more

Mengenal Pantai Wediombo, Pesona Alam di Kawasan Yogyakarta
Pantai Wediombo Yogyakarta

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan banyak hal menarik, mulai dari sistem pendidikan, wisata, kuliner, dan Read more

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter
%d blogger menyukai ini: