Mengenal Candi Muaro Jambi yang Luasnya 8 Kali Lipat Borobudur

Jambi menjadi salah satu kota yang tak hanya terkenal akan wisata alam dan buatan saja, tapi juga wisata sejarah seperti candi. Kurang lengkap rasanya apabila Anda belum berkunjung ke salah satu candi terluas se-Asia Tenggara yaitu Candi Muaro Jambi.

Sejarah Candi Muaro Jambi

Candi Muaro Jambi

Candi Muaro Jambi dibangun pertama kali pada sekitar abad ke-7 hingga 12 Masehi. Besar kemungkinan, Kompleks Muaro Jambi diberitakan pertama kali sekitar tahun 1824 oleh SC Crooke yang merupakan salah satu tentara Inggris.

Dia menulis secara sepintas jika tidak terdapat arca yang ditemukan kecuali sosok kecil yang termutilasi dari patung gajah, serta kepala berukuran penuh terbuat dari batu, yang mempunyai rambut keriting.

Apa yang menjadi temuan SC Crooke di tahun 1820 lalu itu merupakan cikal bakal tersibaknya sebuah peradaban yang berlangsung lama di Muaro Jambi.

Tapi, rekonstruksi kompleks candi ini baru dijalankan oleh pemerintahan Indonesia pada sekitar tahun 1975. Pemugaran tersebut dipimpin oleh R. Soekmono yang kemudian di tahun yang sama,  9 buah candi di Kompleks Muaro Jambi ini berhasil di restorasi.

Candi Muaro Jambi peninggalan Kerajaan Sriwijaya serta Kerajaan Melayu. Berdasarkan pada hasil penelitian, kompleks Muaro Jambi dulunya adalah tempat sembahyang dan juga tempat pendidikan dan pembelajaran agama Budha.

Kesimpulan itu dikuatkan dengan ditemukannya arca serta artefak di candi Jambi ini yang memiliki corak Buddhisme. Selain itu, sejak tahun 2009, kompleks Muaro Jambi telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya. Kompleks ini diajukan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.

Bangunan candi yang terletak di Jambi ini merupakan cagar budaya atau situs purbakala yang terdiri 110 candi serta 85 menapo atau gundukan tanah. Adapun kompleks ini meliputi percandian, situs pemukiman kuno, serta sistem jaringan perairan di masa lalu.

Lokasinya pun meliputi delapan desa, yaitu Desa Muara Jambi, Desa Kemingking Dalam, Desa Dusun Baru, Desa Tebat Patah, Desa Kemingking Luar, Desa Teluk Jambu, Desa Danau Lamo, dan Desa Dusun Mudo.

Baca Juga  Sejarah Gua Jepang dan Gua Belanda Bandung yang Penuh Misteri

Letak Candi Muaro Jambi terletak di perbatasan Sungai Batanghari sepanjang 7,5 kilometer. Candi tersebut jauh membentang dari Timur ke Barat.

Candi-candi lain yang ada di kompleks tersebut di antaranya, Candi Gedong Dua, Candi Kedaton, Candi Koto Mahligai, Candi Gumpung, Candi Gedong Satu, serta Telago Rajo, Candi Kembar Batu, dan Candi Astano.

Selain candi, di kompleks ini juga tersedia kanal kuno, balong tempat penampungan air, serta gundukan tanah yang di dalamnya terdapat susunan bata kuno.

Ada beberapa arca yang ditemukan dalam kompleks ini, seperti arca dwarapala, gajah simha, arca prajnaparamita, umpak batu hingga lesung batu.

Tak hanya itu saja, tersedia pula gong perunggu bertuliskan aksara Cina, mantra Buddha yang ditulis pada keramik asing, kertas emas, tembikar, hingga mata uang Cina.

Selain itu, di kompleks ini juga terdapat gundukan-gundukan tanah. Gundukan-gundukan tanah tersebut disebut sebagai Candi Bukit Perak atau Bukit Sengalo oleh masyarakat sekitar.

Misteri Candi Muaro Jambi

Terdapat sebuah mitos yang menjadi daya tarik kawasan komplek candi ini, yaitu pengunjung tidak boleh mengitari area wisata candi bersama pasangan. Sebab apabila nekat, pasangan tersebut dalam waktu dekat kemungkinan akan kandas atau putus.

Sementara itu, apabila bersama istri atau suami, maka setelah berkunjung ke lokasi ini, tidak lama hubungan mereka akan berakhir dan bercerai.

Tak hanya itu saja, konon Candi Muaro Jambi dibangun pada tahun ke-12 masehi ini  ditinggalkan lantaran adanya banjir bandang dan wabah penyakit kolera. Beberapa murid serta guru yang ada di kawasan ini tidak tertolong lagi dan meninggal di tempat.

Tapi, ada beberapa yang belum terkena dampak endemi itu memutuskan untuk melarikan diri. Hingga pada akhirnya, candi terkubur selama ratusan tahun.

Keistimewaan Candi Muaro Jambi

Keberadaan candi ini tidak terlalu populer apabila dibandingkan candi-candi yang ada di Jawa, atau bahkan Candi Muara Takus yang ada di Riau. Padahal, candi ini mempunyai beberapa keistimewaan yang tidak bisa ditemukan pada candi lain.

Baca Juga  Air Terjun Banyumala, Indah dan Menyegarkan

Keistimewaan pertama memiliki hubungan dengan fungsi Candi Muaro Jambi di masa lalu, yaitu sebagai pusat pendidikan internasional. Di kompleks ini, konon para pelajar asing seperti dari Tiongkok, India, hingga Tibet datang untuk belajar serta menimba  ilmu pengetahuan di sana.

Keistimewaan selanjutnya adalah luas Candi yang berada di Jambi ini mencapai 3.981 hektar, dengan panjang membentang sejauh 7,5 kilometer.

Dengan luas tersebut, maka dapat disimpulkan apabila Candi di Jambi ini 8 kali lebih luas daripada Candi Borobudur di Jawa Tengah dan hampir setara dengan Angkor Wat di Thailand.

Dengan keistimewaan tersebut, pemerintah terus berusaha guna melakukan restorasi terhadap candi ini. Harapannya, dengan dilaksanakan restorasi tersebut Muaro Jambi dapat mengangkat nama Indonesia sebagai salah satu pusat peradaban di masa lalu.

Daya Tarik Wisata Muaro Jambi

Tour guide Riau akan setia menemani Anda untuk berkeliling di komplek wisata candi ini. Bersama jasa pemandu wisata Jambi, Anda bisa berkeliling melihat arca-arca Budha. Selain itu, Anda juga bisa ikut serta mengikuti proses pembuatan kopi Jambi hingga siap untuk disajikan.

Candi-candi yang berada di Muaro Jambi ini terlihat berwarna merah, berbeda dengan candi di daerah Jawa yang berwarna kecoklatan seperti bebatuan. Hal ini, karena candi di Pulau Sumatera menggunakan bahan dasar berupa batu bata merah.

Di sini, tersedia pula sebuah pondok berupa rumah panggung yang disekitarnya dikelilingi oleh tanaman cokelat. Di toko cinderamatanya juga tersedia gelang suku Anak Dalam atau disebut sebagai Anak Rimba yang bisa Anda jadikan sebagai buah tangan.

Fasilitas Wisata di Muaro Jambi

Meskipun wisata di Muaro Jambi adalah wisata sejarah, Anda bisa melakukan karaoke dengan musik khas Sumatera di area wisata.

Tak hanya itu saja, tersedia juga warung ikan patin di dalam lokasi. Hingga saat ini, pemerintah terus mengupayakan beberapa pembangunan fasilitas untuk wisata candi di Jambi ini.

Harga Tiket Masuk Wisata ke Candi

Biasanya harga tiket untuk masuk tempat wisata memiliki perbedaan ketika hari libur, minggu atau hari biasa. Untuk harga tiket masuk Candi Muaro Jambi dikenakan tarif sekitar Rp 8.000-an per orang. Lantaran kompleks candinya luas, Anda bisa menyewa sepeda onthel seharga Rp 10.000-an.

Baca Juga  Mitos, Daya Tarik, dan Keunikan Candi Prambanan

Untuk kendaraan pribadi, dikenakan tarif parkir sebesar Rp 3.000-an untuk motor, Rp 5.000-an untuk mobil, dan Rp 10.000-an untuk bus. Biasanya, candi ini ramai dikunjungi oleh anak-anak sekolah untuk melakukan wisata belajar atau wisata sejarah.

Lokasi Wisata Muaro Jambi

Untuk bisa berkunjung ke candi ini, Anda harus menempuh kurang lebih satu jam menggunakan mobil dari pusat kota Jambi. Sepanjang perjalanan, Anda dapat melihat sungai yang menguning lantaran tercemar merkuri tambang.

Google Maps: https://goo.gl/maps/TJy9KfF49Hc7ZHJu7

Sayangnya, transportasi menuju Candi yang memiliki area luas ini memang masih terbilang cukup sulit. Belum ada angkutan umum untuk menuju kompleks candi ini.Itu dia ulasan lengkap mengenai Candi Muaro Jambi. Dengan memiliki banyak keistimewaan serta daya tarik, tidak ada salahnya untuk Anda berkunjung ke lokasi wisata bersejarah tersebut.

5 / 5. 1

(Visited 2 times, 1 visits today)
Artikel Terkait
Pesona Air Terjun Madakaripura dengan Keindahan Mendunia
air terjun madakaripura

Bicara soal air terjun dekat Bromo, mengunjungi Air Terjun Madakaripura bisa menjadi solusi tepat. Air terjun ini berada di Kabupaten Read more

Air Terjun Cibareubeuy, Wisata Air Terjun Hitz di Subang
air terjun cibareubeuy

Subang memiliki banyak sekali tempat wisata alam yang menyuguhkan pemandangan indah dan udara sejuk. Salah satu wisata Subang yang kini Read more

Air Terjun Luhur, Wisata Adem untuk Liburan Keluarga
air terjun luhur

Saat musim liburan tiba, melepas penat dari kesibukan pasti masuk dalam daftar penting yang ingin diwujudkan. Pilihan terbaik adalah berlibur Read more

Air Terjun Cikanteh, Surganya Dunia
Air Terjun Cikanteh

Pernahkah Anda berkunjung ke Sukabumi? Jika iya, mungkin Anda pernah mendengar air terjun Cikanteh. Air terjun ini juga disebut sebagai Read more

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter
%d blogger menyukai ini: